- Diposting oleh : DODI PARTAWIJAYA
- pada tanggal : Februari 14, 2026
Cimalaka (Humas MAN 1 Sumedang) — Dalam rangka
pelaksanaan Upaya promosi kesehatan jiwa dan masih rendahnya partisipasi
sekolah di kabupaten Sumedang tahun 2026 yang terorientasi Pertolongan Pertama
pada Luka Psikologis (P3LP) , Puskesmas Cimalaka melaksanakan kegiatan
Sosialisasi P3LP, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang digelar di aula GOR MAN 1 Sumedang ini diikuti
secara antusias oleh siswa, guru, dan karyawan. Selama kegiatan berlangsung,
peserta tampak aktif memperhatikan materi yang dipaparkan oleh pemateri
mengenai isu kesehatan mental yang semakin relevan di lingkungan sekolah.
Pada sesi pertama, Wina Wiarty petugas Kesehatan dari
Puskesmas Cimalaka menjelaskan mengenai P3LP, tanda-tanda gangguan
jiwa, serta peran masyarakat sebagai first aider. Ia menekankan bahwa first
aider memiliki tiga langkah utama.
Pertama, memperhatikan, yaitu menilai kondisi distress
seseorang, memeriksa keadaan fisik, dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
Kedua, mendengarkan, dengan cara mempertahankan kontak mata, memvalidasi
perasaan, menampilkan empati, serta tidak menghakimi atau memotong pembicaraan.
Ketiga, membantu menghubungkan, yaitu mengarahkan individu kepada tenaga
profesional, layanan keamanan, atau fasilitas kesehatan sesuai kondisi yang
dialami.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Riandini juga menjelaskan
alur pertolongan dan sistem rujukan yang harus ditempuh saat kondisi individu
membutuhkan layanan lanjutan. Ia menegaskan bahwa P3LP diberikan kepada orang
yang baru mengalami krisis serius, penyintas gangguan jiwa yang sedang dalam
kondisi tidak stabil, serta individu yang mengalami tekanan psikologis berat.
Adapun tanda peringatan yang perlu diwaspadai meliputi aspek emosi, sosial,
perilaku, dan biologis.
Teknik ketiga adalah metode butterfly, yaitu memeluk diri
sendiri sambil menepuk perlahan bagian bahu kanan dan kiri secara bergantian.
Pada saat yang sama, peserta diajak untuk membaca istigfar guna menenangkan
pikiran. Selain itu, Wina menekankan pentingnya memberikan ucapan empati,
sebagai bagian dari dukungan emosional yang hangat kepada seseorang yang sedang
mengalami tekanan,” paparnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan skrining kesehatan jiwa
bagi seluruh peserta. Banyak siswa mengikuti proses ini dengan antusias,
menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat
di lingkungan sekolah.
Ditempat terpisah Pembina UKSMAN 1 Sumedang, Rosa
Rumiati,S.Pd menambahkan, berterima kasih dan bersyukur kepada Puskesmas Cimalaka
telah mempercayai MAN 1 Sumedang dalamkegiatan ini.
kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran sekolah
dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, serta peduli
terhadap kesehatan jiwa,” pungkasnya.


