- Diposting oleh : DODI PARTAWIJAYA
- pada tanggal : Februari 25, 2026
Cimalaka, (Humas MAN 1 Sumedang) - Kepala MAN 1 Sumedang, Ustadz
Abdul Haris, M.Ag., hadir langsung sebagai penceramah pada
kegiatan Pengajian awal Ramadhan masuk Sekolah yang diselenggarakan oleh
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sumedang melalui Wakamad Bidang Keagamaan dan Organisasi
Intra Sekolah (OSIS). Senin, (23/2/2026).
Kegiatan ini digelar di Aula Gor MAN 1 Sumedang, dan di
hadiri seluruh siswa kelas X, XI dan XII serta guru dan Tendik MAN 1 Sumedang.
Bertema “Mengikhlaskan Niat Puasa di bulan suci
Ramadhan”, pengajian ini bertujuan membentuk kesadaran spiritual, menumbuhkan
keimanan, dan meningkatkan ketakwaan peserta didik maupun warga masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kepala MAN 1 Sumedang menyampaikan
tausiah yang sarat dengan motivasi dan pencerahan.
“Ramadhan adalah bulan penguatan iman, bulan memperbaiki
diri, dan bulan amal yang dilipatgandakan pahalanya. Sebelum memasuki bulan
suci, mari kita bersihkan hati dari prasangka buruk, perbanyak amal ibadah, dan
tingkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya kepada ratusan siswa dan
masyarakat yang hadir.
Ustadz Abdul Haris juga menekankan pentingnya menanamkan
disiplin spiritual sejak dini. “Menahan lapar dan dahaga hanyalah bagian kecil
dari Ramadhan. Yang lebih penting adalah menahan diri dari perbuatan yang dapat
merugikan diri sendiri dan orang lain, serta memperkuat akhlak dan karakter,”
tambahnya.
Acara yang dipandu oleh OSIS ini dihadiri oleh Ustad Pepen
Sumpena, SH. I, yang membina kegiatan dan di hadiri, Kepala Madrasah, dewan
guru, serta Tendik MAN 1 Sumedang.
Kehadiran Kepala MAN 1 Sumedang sebagai penceramah utama
menegaskan peran sinergi antara lembaga pendidikan dan Kementerian Agama dalam
membimbing generasi muda, baik secara spiritual maupun sosial.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen pembinaan
rohani, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiyah antar siswa, guru dan Tendik
MAN 1 Sumedang.
“Pengajian seperti ini menjadi fondasi untuk membentuk
generasi yang beriman, bertakwa, dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan
akhlak yang mulia,” tutup Abdul Haris.

