- Diposting oleh : DODI PARTAWIJAYA
- pada tanggal : Desember 12, 2025
(Humas MAN 1 Sumedang) – Sebagai lembaga
penyedia informasi bagi siswa, perpustakaan sekolah perlu memastikan bahwa
layanan yang ada dapat memenuhi kebutuhan penggunanya. Perpustakaan perlu tahu
apa yang menjadi motivasi siswa memanfaatkan perpustakaan untuk memaksimalkan
layanan yang ada.
Tidak semua siswa mengunjungi perpustakaan untuk membaca
buku. Tak jarang, siswa yang datang ke perpustakaan hanya ingin memanfaatkan
fasilitas internet ataupun layanan lainnya.
Melalui penelitian yang dilakukan pada siswa MAN 1 Sumedang,
Irma Nurchaeda, S.Pd, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang
mempengaruhi seseorang berkunjung ke perpustakaan.
“Dari hasil penelitian, sebanyak 63,5% dari total 200
responden mengatakan bahwa motivasi utama mereka dalam memanfaatkan
perpustakaan adalah karena ruang yang nyaman,” tuturnya.
Kepala Perpustakaan MAN 1 Sumedang sekaligus guru di MAN 1
Sumedang itu melanjutkan, ruang perpustakaan dianggap nyaman karena adanya AC
dan beragam fasilitas penunjang lainnya. Lokasi perpustakaan sekolah strategis
sehingga mudah diakses, perpustakaan menyediakan tempat duduk dan ruang baca
yang nyaman untuk kelompok dan belajar mandiri, serta pencahayaan yang baik.
Meskipun demikian, imbuhnya, faktor kenyamanan di
perpustakaan juga didukung oleh layanan pustakawan. Pustakawan harus dapat
memberikan layanan prima kepada siswa sebagai pengguna perpustakaan.
“Pustakawan juga harus ramah; mau membantu pengguna;
menghormati dan menghargai pengguna; bertanggung jawab; berpenampilan menarik;
cepat merespons; dan pandai berkomunikasi,” jelas dia.
Selain itu, sambung Irma, ada beberapa motivasi eksternal
lain yang memengaruhi siswa sekolah menengah dalam memanfaatkan perpustakaan
sekolah. Yakni ajakan teman; menyelesaikan tugas sekolah; kecintaan membaca;
himbauan dari guru; prestise; dan mengisi waktu luang. Meskipun memiliki
presentase yang kecil dan bukan merupakan faktor utama, Irma mengatakan bahwa
siswa dalam mengunjungi perpustakaan, faktor-faktor eksternal lain itu juga
perlu diperhatikan.
“Faktor-faktor eksternal ini juga perlu menjadi perhatian
bagi perpustakaan sekolah dalam mengembangkan layanannya”, ungkap dia.
Misalnya saja dalam hal koleksi. Menurutnya, koleksi di
perpustakaan harus mendukung kurikulum sekolah. Selain itu, perpustakaan
sekolah juga merupakan lembaga edukatif, informatif dan rekreasi. Sehingga
perpustakaan sekolah harus menyediakan koleksi buku berbasis kurikulum; koleksi
umum fiksi; buku wajib dan buku pendukung; serta buku tentang pengetahuan umum
lainnya.
Pada akhir, ia mengatakan, dari hasil penelitian diketahui
bahwa siswa MAN 1 Sumedang menganggap perpustakaan sebagai tempat bergengsi.
Siswa yang datang ke perpustakaan identik merupakan pribadi yang rajin dan
pandai. Selain itu, imbuhnya, faktor lain yang menjadi motivasi siswa MAN 1 Sumedang
dalam menggunakan perpustakaan sekolah adalah untuk mengisi waktu luang mereka.
“Maka dari itu, jam buka perpustakaan harus sesuai dengan
waktu luang siswa sehingga mereka dapat lebih sering mengunjungi perpustakaan,”
tandasnya.
Berdasarkan temaun itu, Irma kembali mempertegas bahwa
perpustakaan sekolah dapat memberikan layanan yang sesuai dengan harapan
pengguna. Hasil penelitianya, dapat menjadi acuan bagi perpustakaan sekolah
dalam memaksimalkan layanannya agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa sekolah.
(*)
